Orang yang hanya melihat, mana tau bagaimana perasaan orang yang mengerjakan.
Orang yang hanya melihat, bisa dengan fasihnya berkomentar sementara mereka yang mengerjakan berusaha menjadi yang terbaik.
Orang yang hanya melihat akan dengan mudahnya mengatakan 'hanya', sementara mereka yang mengerjakan berupaya dengan susah payah.
Orang yang hanya melihat akan membesarkan setiap kesalahan kecil sementara orang yang mengerjakan berusaha mengecilkan tiap masalah yang dihadapi.
Orang yang hanya melihat seringkali merasa memiliki peranan paling besar padahal orang yang mengerjakanlah yang mengatur segalanya.
Orang yang hanya melihat hanya menggunakan mata dan mulut disaat orang yang mengerjakan mengerahkan seluruh energi mereka.
Orang yang hanya melihat, kemudian berani berkomentar banyak, menyalahkan, mendikte dan merendahkan orang yang mengerjakan.. tak lebih dari manusia egois dan tak beradab.
Sebuah Catatan Kecil
Rabu, 21 Januari 2015
Melihat vs Mengerjakan
Minggu, 07 Desember 2014
Tentang Mencintai
Kemarin, salah seorang kerabat saya merayakan ulang tahun pernikahan mereka.
Mereka sudah memiliki 2 orang anak, dan setiap tahunnya selalu ada hal-hal manis yang mereka bagikan di tiap anniversary mereka.
Bahkan di keseharian pun, mereka tampak romantis dan saling mencintai satu sama lain.
Tahun ini, sang suami sedang berada di luar kota saat tanggal pernikahan mereka.
Tapi tidak hilang akal, ia mengirimkan istrinya sebuah bouquet bunga dan kejutan lain.
Saya tersenyum melihat foto bunga dan kata2 romantis mereka di Path.
Rasanya senang sekali melihat kebahagiaan seperti itu.
Saya senang melihatnya, karena memang saya hanya dapat melihat, tidak pernah merasakan.. hahaha..
Memasuki 6 tahun pernikahan (8 tahun jika dihitung masa pacaran), sekalipun saya tidak pernah mendapatkan bunga.
Jangankan sebuket penuh bunga, satu kuntum mawar pun tak pernah.
Tidak saat saya ulangtahun,
Tidak saat saya wisuda,
dan tidak saat ulang tahun pernikahan kami.
Suami saya bukan orang yang romantis.
Sedikitpun tidak.
Saat saya bilang saya tidak menyukai pria romantis, bukan berarti saya sama sekali anti dengan keromantisan.
Saya pernah memintanya membawakan bunga untuk ulangtahun saya 2 tahun yang lalu.
Dia menganggap saya konyol. Hahaha...
Kemudian saya tak pernah lagi meminta.
Saya tidak pernah meminta hadiah-hadiah kecil atau kejutan yang tak pernah ia berikan.
Saya pun berhenti meminta untuk diajak berkencan saat permintaan saya tak dihiraukan.
Bahkan saya memutuskan berhenti mengajaknya foto berdua saat melihat ekspresi tak enak pada wajahnya di tiap foto kami.
Kalau cinta hanya sekedar bunga dan perilaku manis, tentunya saya sudah pergi sejak lama.
Kadang saat mencintai seseorang, kita selalu melakukan yang terbaik untuknya tanpa mengharap timbal balik.
Betapa senangnya saya melihat banyak teman yang merasa bahagia dicintai pasangannya.
Saya, cukup bahagia dengan mencintai pasangan saya apa adanya.
Bahagia saat melihat ia senang, dan sedih saat ia kesal.
Tanpa bunga, tanpa kata-kata mesra, tanpa kejutan kecil di hari istimewa.
Cinta berlaku berbeda pada tiap orang.
Saat kita berusaha menyeragamkan arti 'cinta', mau tidak mau akan timbul kecemburuan yang berakhir dengan ketidak puasan pada apa yang telah kita miliki.
Maka cukuplah bagi saya untuk merasa mencintai.. :)
Jumat, 05 Desember 2014
Welcome, Me! :)
Setelah sekian lama cuma nulis di diary, aplikasi note di hp, atau paling banter di fb.. akhirnya berkat desakan
Semoga mulai sekarang bisa menyalurkan tulisan dengan lebih berkelas :D